Inovasi & Peningkatan Mutu RS

QUALITY IMPROVEMENT & INNOVATION
RECOGNITION PROGRAM

"Di sebuah rumah sakit, tim mutu sedang mempersiapkan presentasi untuk sebuah lomba inovasi. Mereka bekerja keras selama berminggu-minggu: merapikan data, membuat slide, dan berlatih presentasi. Praktik yang mereka kerjakan sebenarnya sederhana—menata ulang alur pelayanan agar pasien tidak perlu berpindah-pindah ruangan. Tidak ada teknologi canggih, tetapi dampaknya terasa nyata: waktu tunggu pasien turun hampir setengahnya."

"Ketika lomba selesai, mereka tidak menang."

"Namun satu hal yang tidak berubah: praktik tersebut tetap membuat pelayanan rumah sakit mereka menjadi lebih baik."

Latar Belakang

Mengapa Mengembangkan Recognition Program?

Kisah di atas sebenarnya tidak jarang terjadi di rumah sakit. Di berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan, kita sering melihat berbagai lomba atau kompetisi untuk menunjukkan praktik terbaik. Tidak sedikit rumah sakit yang berpartisipasi dalam lomba inovasi, lomba mutu, atau penghargaan pelayanan publik. Kompetisi seperti ini tentu memiliki manfaat: memotivasi organisasi untuk berinovasi dan memberikan ruang bagi praktik-praktik baik untuk dikenal lebih luas.

Namun dalam perjalanan waktu, muncul satu pertanyaan penting: apakah semua praktik baik harus selalu ditempatkan dalam kerangka kompetisi?

Di bidang mutu dan keselamatan pasien, praktik terbaik sering kali lahir dari proses yang panjang. Ia tidak selalu spektakuler, tetapi dibangun dari upaya yang konsisten: mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab, mencoba intervensi, memantau hasil, dan memperbaikinya secara berulang. Proses seperti inilah yang dikenal sebagai continuous quality improvement (CQI). Praktik seperti ini sebenarnya sangat berharga untuk dibagikan kepada rumah sakit lain. Sayangnya, tidak semua praktik tersebut cocok ditampilkan dalam format lomba. Dalam kompetisi, fokus sering kali tertuju pada siapa yang “paling unggul”, sementara nilai pembelajaran kolektif justru bisa menjadi kurang terlihat.

HEAD

Penguasaan ilmu dan standar

HAND

Keterampilan telusur dan validasi bukti

HEART

Ketulusan, empati, dan kemitraan sejajar dengan civitas hospitalia

Mengapa Diluncurkan Sekarang?

Praktik Mandiri

Semakin banyak rumah sakit di Indonesia yang mengembangkan berbagai praktik perbaikan mutu secara mandiri, namun belum terdokumentasi dan memiliki ruang untuk dibagikan.

Jejaring Pembelajaran

Tantangan pelayanan kesehatan makin kompleks. Kebutuhan jejaring pembelajaran membesar karena solusi praktis sering lahir dari pengalaman lapangan rumah sakit lain.

Budaya Mutu Berkelanjutan

Memberi ruang apresiasi untuk memperkuat budaya keselamatan pasien, sehingga RS terdorong mengembangkan sistem mutu berkelanjutan, bukan sekadar compliance.

Recognition Bukan Lomba

Di sinilah konsep recognition program menjadi relevan. Recognition Program berbeda dengan lomba atau kompetisi. Dalam recognition program, yang menjadi fokus bukanlah mencari peringkat, tetapi pengakuan terhadap praktik yang layak dijadikan pembelajaran bersama.

Kompetisi Lomba: Fokus mencari yang paling unggul (juara), sehingga pembelajaran kolektif kurang terlihat.

Recognition Program: Tidak berfokus pada peringkat, tetapi pada identifikasi praktik yang dapat memperkaya ekosistem mutu.

Sebuah praktik dapat direkognisi karena:

  • menunjukkan perbaikan mutu yang nyata
  • berbasis data dan analisis sistem
  • memiliki dampak terhadap keselamatan pasien
  • dapat direplikasi atau menginspirasi rumah sakit lain

Dari Compliance Menuju Pembelajaran

Selama bertahun-tahun, akreditasi rumah sakit sering dipersepsikan sangat berfokus pada kepatuhan (compliance). Padahal tujuan yang lebih besar dari akreditasi adalah mendorong organisasi kesehatan membangun sistem mutu yang berkelanjutan. Recognition Program dikembangkan untuk memperkuat pergeseran dari compliance-driven accreditation ke performance-driven excellence.

Sebuah Ruang Belajar Bersama

Pada akhirnya, Recognition Program bukan sekadar program penghargaan. Ia adalah ruang untuk berbagi pengalaman, mendokumentasikan praktik baik, dan memperkuat budaya mutu di ekosistem rumah sakit Indonesia. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak praktik baik yang muncul dari berbagai rumah sakit—baik besar maupun kecil, pemerintah maupun swasta—karena dalam dunia pelayanan kesehatan, mutu terbaik bukanlah yang dimiliki oleh satu rumah sakit saja, tetapi yang dapat dipelajari dan dikembangkan bersama.

Jalur Partisipasi

Track 01

Open Sharing

Tujuan: Memberi ruang bagi inovator junior dan RS yang ingin berbagi praktik tanpa tekanan kompetisi.

Submit abstrak praktik

Kurasi kelayakan & relevansi

Dipresentasikan via poster/video di TeNARS

Sertifikat partisipasi

"Open Sharing Track merupakan learning track, agar RS yang belum siap kompetisi tetap dapat berpartisipasi, membuat komunitas pembelajaran lebih hidup."
Nasional
Track 02

Professional Recognition

Tujuan: Menjaring praktik unggul dan berdampak sebagai rujukan nasional.

Submit abstrak terstruktur

Kurasi ketat Tim Kurator Independen

Presentasi daring pre-TeNARS

Rekognisi best practice rujukan

"Penilaian mencakup: kualitas abstrak, substansi praktik, refleksi pembelajaran, dan performance saat presentasi."

Kategori Praktik

Recognition LARS-DHP diselenggarakan dalam lima kategori utama:

1 – Mutu Klinis & Keselamatan Pasien Berbasis CQI

Fokus Kategori:

Praktik perbaikan mutu klinis yang menunjukkan siklus continuous quality improvement (CQI) secara nyata dan berdampak pada keselamatan pasien. Praktik dinilai bukan hanya dari hasil akhir, tetapi dari cara masalah dianalisis, intervensi dirancang, dan sistem dipastikan berkelanjutan.

2 – Tata Kelola, Pembiayaan & Keberlanjutan Mutu

Fokus Kategori:

Praktik yang menunjukkan bagaimana tata kelola dan strategi pembiayaan mendukung keberlanjutan mutu tanpa mengorbankan keselamatan pasien.

3 – Kepemimpinan & Budaya Mutu – No Blaming Culture

Fokus Kategori:

Praktik yang menunjukkan peran kepemimpinan dalam membangun budaya mutu berkelanjutan dan no blaming culture sebagai fondasi sistem keselamatan pasien.

4 – Digitalisasi & Pemanfaatan Data untuk Mutu dan Trust

Fokus Kategori:

Praktik yang memanfaatkan sistem digital dan analitik data untuk memperkuat pengelolaan mutu, kesiapan re-akreditasi, dan transparansi.

5 – Inovasi Sistem & Layanan untuk Pengalaman Pasien

Fokus Kategori:

Praktik inovasi dalam desain sistem dan layanan yang memperkuat pengalaman pasien serta meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan.

Bagaimana Penilaian Dilakukan?

Open Sharing Track

Memenuhi standar kelayakan sharing (kurasi administratif dan relevansi topik praktik terhadap standar akreditasi).

Professional Recognition Track

Menggunakan bobot penilaian yang terdiri dari:

Relevansi Strategis15%
Kejelasan Masalah & Analisis15%
Desain Intervensi/Inovasi20%
Hasil & Dampak Nyata20%
Sustainability & Integrasi Organisasi15%
Kualitas Presentasi & Diskusi15%

Etika dalam Praktik Pelayanan

"Setiap praktik yang diajukan diharapkan tetap berada dalam koridor etika pelayanan kesehatan dan menghormati hak pasien, tenaga kesehatan, serta masyarakat."

Prinsip Etika Praktik Pelayanan

Timeline Program

Professional Track

1 MEI Call for Abstract
12 JUNI Deadline Submission
5 AGUSTUS Pengumuman Shortlist
21 AGUSTUS Showcase Presentasi
3-5 SEPTEMBER Pengumuman TeNARS

Open Sharing Track

16 MEI Call for Abstract
20 JUNI Deadline Submission
3-5 SEPTEMBER Pengumuman TeNARS

Frequently Asked Questions

Apakah program ini merupakan lomba?

Tidak. Program ini adalah rekognisi praktik pelayanan berbasis standar. Penekanan bukan pada ide inovasi yang "wah", melainkan pada praktik peningkatan mutu yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan berbasis sistem di rumah sakit.

Beda Professional vs Open Sharing?

Professional Track adalah jalur selektif dengan kurasi ketat dan diskusi panel profesional. Open Sharing Track adalah ruang berbagi praktik yang telah melalui kurasi kelayakan dasar, namun tidak melalui penilaian kompetitif.

Apakah RS kecil daerah boleh ikut?

Ya. Program ini terbuka untuk semua rumah sakit (Pemerintah maupun Swasta) di Indonesia, institusi dapat memilih jalur sesuai tingkat kesiapannya.

Official Form

Registration Form

Silakan Lengkapi Seluruh 29 Poin Data di Bawah Ini.

01 1. Konfirmasi Partisipasi (Jalur Partisipasi)

02 Informasi Rumah Sakit (Poin 2 - 5)

03 Informasi Praktik (Poin 6 - 9)

04 Ringkasan Praktik (Poin 10 - 13)

Bagian ini sangat penting untuk proses kurasi awal oleh Tim LARS-DHP.

Jelaskan situasi awal, tantangan, atau risiko sebelum praktik ini dijalankan.

Jelaskan langkah nyata, desain inovasi, atau redesain sistem yang dijalankan.

Tunjukkan hasil perbaikan menggunakan data terukur (Persentase, Jumlah, Waktu, dll).

05 Lead Presenter (Poin 14 - 18)

06 Tim & Institusi (Poin 19 - 23)

20. Institutional Contact Person (IC)

07 Finalisasi & Pernyataan (Poin 24 - 29)

Pilih atau Seret Berkas Pendukung Maksimal 10MB (PDF, DOCX, PPTX)

28. Disclaimer: Dengan memberikan informasi ini, Anda setuju data Anda diproses sesuai Kebijakan Privasi LARS-DHP.

Lembaga Akreditasi RS Dharma Husada Paripurna